{"id":3734,"date":"2025-06-02T10:05:52","date_gmt":"2025-06-02T03:05:52","guid":{"rendered":"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/cara-menghitung-dimensi-p-x-l-x-t-kotak-pengiriman-copy\/"},"modified":"2025-06-02T10:06:38","modified_gmt":"2025-06-02T03:06:38","slug":"cara-menghitung-dimensi-p-x-l-x-t-kotak-pengiriman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/cara-menghitung-dimensi-p-x-l-x-t-kotak-pengiriman\/","title":{"rendered":"Cara Menghitung Dimensi (P x L x T) Kotak Pengiriman"},"content":{"rendered":"<h3><span id=\"Menghitung-Panjang-dan-Keliling-untuk-Paket-Biasa-.28Persegi-Panjang.29\" class=\"mw-headline\">Menghitung Panjang dan Keliling untuk Paket Biasa (Persegi Panjang)<\/span><\/h3>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3519\" src=\"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/panjang-300x225.webp\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/panjang-300x225.webp 300w, https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/panjang.webp 460w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<div class=\"step_num\" aria-hidden=\"true\">1. <b class=\"whb\" aria-hidden=\"true\">Ukur sisi terpanjang paket.<\/b>\u00a0Awali dengan mencari tahu sisi terpanjang paket kemudian tempelkan penggaris atau pita ukur di sisi tersebut dari ujung satu ke ujung yang lain. Bulatkan hasil pengukuran ke sentimeter terdekat.<sup id=\"_ref-1\" class=\"reference\" aria-label=\"Tautan ke Referensi 1\"><\/sup><\/div>\n<div class=\"step\">\n<ul>\n<li>Bulatkan ukuran ke skala sentimeter terdekat.<\/li>\n<li>Ukuran ini adalah\u00a0<i>panjang<\/i>\u00a0paket.<\/li>\n<li>Banyak jasa pengiriman hanya menerima paket maksimal hingga ukuran tertentu.<sup id=\"_ref-2\" class=\"reference\" aria-label=\"Tautan ke Referensi 2\"><\/sup><\/li>\n<\/ul>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3522\" src=\"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/lebar-300x225.webp\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/lebar-300x225.webp 300w, https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/lebar.webp 460w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<div class=\"step\">\n<p>2.<b class=\"whb\" aria-hidden=\"true\">Putar alat ukur sejauh 90 derajat untuk mengetahui lebar paket.<\/b>\u00a0<i>Lebar<\/i>\u00a0kotak adalah sisi yang lebih pendek dari sisi bawah atau sisi atas (atau sisi yang terbuka). Ukur panjang sisi ini dari ujung ke ujung menggunakan penggaris.<\/p>\n<ul>\n<li>Pengukuran ini tidak harus seakurat pengukuran panjang paket. Meskipun Anda menukar ukuran tinggi dengan lebar, perhitungan akhirnya tidak akan jauh berbeda.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3523\" src=\"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/tinggi-300x225.webp\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/tinggi-300x225.webp 300w, https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/tinggi.webp 460w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<div class=\"step_num\" aria-hidden=\"true\">3. <b class=\"whb\" aria-hidden=\"true\">Pegang alat ukur secara vertikal untuk mengetahui tinggi paket.<\/b> Ukur tinggi paket dari dasar hingga tutupnya, atau sebaliknya. Bulatkan hasil pengukuran ke sentimeter terdekat, layaknya hasil pengukuran panjang dan tinggi paket.<\/div>\n<div class=\"step\">\n<ul>\n<li>Kedua sisi horizontal pada kotak karton paket biasa umumnya sama persis. Berarti, kedua sisi ini bisa dijadikan dasar maupun tutup paket.<\/li>\n<li>Pada sebagian besar paket, tinggi biasanya adalah bagian yang terpendek.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3524\" src=\"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/girth-300x225.webp\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/girth-300x225.webp 300w, https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/girth.webp 460w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<div class=\"step_num\" aria-hidden=\"true\">4. <b class=\"whb\" aria-hidden=\"true\">Kalikan panjang dan lebar paket dengan 2 kemudian jumlahkan untuk mengetahui tebalnya.<\/b> Perhatikan hasil pengukuran Anda sebelumnya kemudian kalikan lebar dan tinggi paket dengan 2. Setelah itu, jumlahkan hasil perkalian tersebut. Jumlah yang Anda peroleh adalah estimasi keliling paket.<\/div>\n<div class=\"step\">\n<ul>\n<li>Jika paket Anda memiliki panjang 30 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 15 cm, mengalikan lebar dan tingginya akan menghasilkan 20 cm dan 30 cm sehingga seluruhnya 50 cm.<\/li>\n<li>Angka tersebut adalah jarak total mengelilingi bagian paling tebal paket.<\/li>\n<li>Abaikan pengukuran panjang. Anda hanya perlu mengetahui ukuran keliling pada bagian paling pendek paket.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3525\" src=\"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/total-package-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/total-package-300x225.jpg 300w, https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/total-package.jpg 728w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<div class=\"step_num\" aria-hidden=\"true\"><\/div>\n<div class=\"step\">\n<p>5. <b class=\"whb\" aria-hidden=\"true\">Hitung jumlah panjang dan tebal untuk mengetahui ukuran paket total.<\/b>\u00a0Terkadang, saat mengirim paket Anda akan ditanya ukurannya secara keseluruhan. Untuk mengetahuinya, cukup jumlahkan panjang dan tebal paket. Anda kemudian akan memiliki angka untuk menjelaskan ukuran paket, yang akan bermanfaat dalam pengirimannya.\u00a0<sup id=\"_ref-8\" class=\"reference\" aria-label=\"Tautan ke Referensi 8\"><a href=\"https:\/\/id.wikihow.com\/Menghitung-Dimensi-(P-x-L-x-T)-Kotak-Pengiriman#_note-8\">[8]<\/a><\/sup><\/p>\n<ul>\n<li>Jumalhkan panjang 30 cm dengan hasil pengukuran di langkah sebelumnya sehingga hasilnya 80 cm.<\/li>\n<li>Jika ukuran paket yang akan Anda kirim lebih dari 330 cm, Anda mungkin harus membayar biaya ekstra. Sebagian besar jasa pengiriman tidak menerima paket dengan ukuran lebih dari 420 cm.<sup id=\"_ref-9\" class=\"reference\" aria-label=\"Tautan ke Referensi 9\"><a href=\"https:\/\/id.wikihow.com\/Menghitung-Dimensi-(P-x-L-x-T)-Kotak-Pengiriman#_note-9\">[9]<\/a><\/sup><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menghitung Panjang dan Keliling untuk Paket Biasa (Persegi Panjang) 1. Ukur sisi terpanjang paket.\u00a0Awali dengan mencari tahu sisi terpanjang paket kemudian tempelkan penggaris atau pita ukur di sisi tersebut dari ujung satu ke ujung yang lain. Bulatkan hasil pengukuran ke sentimeter terdekat. Bulatkan ukuran ke skala sentimeter terdekat. Ukuran ini adalah\u00a0panjang\u00a0paket. Banyak jasa pengiriman hanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3519,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3734","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-packaging"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/panjang.webp","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3734","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3734"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3734\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3735,"href":"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3734\/revisions\/3735"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3734"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3734"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yoisamitraindonesia.com\/packagingaja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3734"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}